Hai.. aku Youth Ambassador of New Zealand for Indonesia dari provinsi Sulawesi tengah
aku mau bagi pengalaman saat ke NZ
setelah merasakan jadi pelajar di NZ, banyak hal yang ingin aku terapkan di lingkungan sekitar dan di masyarakat luas.
banyak hal yang ingin aku lakukan demi meningkatkan kualitas pelajar Indonesia,
hal yang sementara aku terapkan di sekolah ku adalah hal sederhana yang bisa aku contoh dari NZ yaitu membuang sampah/sisa makanan sehabis makan dan piringnya di simpan langsung di meja khusus untuk pencucian.
actually, sangat susah menggerakan hati atau minat siswa untuk melakukan hal itu, tapi semenjak pulang dari NZ aku mencoba sosialisasi, semoga mereka lakukan hehehe.
dan hal ini aku mulai dari diriku sendiri, karena jika ingin memberi nasehat baik, kita harus melakukannya terlebih dahulu.
jujur saja saat ke NZ aku sangat terkesan dengan kantinnya, dari cara makannya yang sangat bersih dan rapih, serta sangat mandiri!
banyak mungkin kantin lain di Indonesia yang bisa di bulang tidak seperti itu, kantin di NZ saat siswanya habis makan atau minum, sisa minuman atau makanan tersebut di buang di tempat khusus untuk sisa dan alat makan yang kotor tadi di susus di tempat yang disediakan, LUAR BIASA!
sangat kagum, ya itu yang saya rasakan saat melihat sekolah di sana dan menjadi siswa di sana, siswa di sana sangat disiplin, saat pergantian jam, mereka langsung menuju tempat belajar masing-masing, tidak seperti di Indonesia yang pada saat pergantian jam ada beberapa sekolah yang siswanya masih asyik diluar, harapan saya disiplin siswa di Indonesia bisa lebih di tegaskan lagi.
Jumat, 16 Desember 2016
Sabtu, 10 Desember 2016
aksi positif vs adventure trip ke New Zealand
hai.... aku adalah Alpha zetizen of the year dari provinsi Sulawesi Tengah.
jadi disini aku mau ceritakan tentang hubungan aksi positif ku dengan apa yang bisa aku lakukan ke depannya.
so, awalnya aku adalah salah satu anak aktif di sekolah, pada tahun 2015 guruku menyuruh buat ikut Training of Trainer dari Pamflet Jakarta Pusat yang di adakan di Palu dan kegiatan itu bernama Suka Ria Remaja (Setara Untuk Kesehatan Ragam Informasi Remaja) ada banyak perawakilan sekolah mengikuti acara ini salah satunya sekolah saya yaitu SMPN Model Terpadu Madani Palu dan masing-masing sekolah mempunyai 4 perwakilan.
setelah 3 hari mengikuti pelatihan, akhirnya pamfet mengadakan lomba yaitu membuat event apapun itu dengan syarat mereka akan membantu bagi 3 proposal yang menang
dan WOW nya puji Tuhan proposal saya diterima dan saya membuat kegiatan ''NO BULLYING''
kegiatan saya ini saya laksanakan pada bulan Mei 2016
setelah trip ke NZ banyak inspirasi yang saya dapat mengenai pendidikan di sana, entah kenapa bisa tertarik dengan dunia pendidikan di sana, tapi alhasil pendidikan di NZ mampu membuat saya kagum luarbiasa!
selanjutnya saya ingin menerapkan makin banyak lagi menyebar aksi no bullying di kalangsan pelajar karena di NZ saya melihat para siswi jarang ada yang melalukan bullying bahkan saya tidak melihat sama sekali!
para siswanya sangat ramah, dan biasanya bullying dimulai dengan membicarakan orang lain lewat ''gosip'' seperti banyak pelajar Indonesia lakukan, tapi di NZ beda, mereka lebih banyak melakukan hal positif contohnya membaca buku saat waktu luang, disiplin, dan tidak membuang waktu mereka hanya untuk hal tidak penting, karena sekolah di NZ sangat kondusif dan memungkinkan siswanya untuk aktif dalam hampir di setiap ekskul yang jumlahnya hampir 100 ekskul WOW sangat luar biasa, guru mereka tidak menuntut mereka untuk menerima apa yang guru ingin ajarkan tapi lebih ke apa yang ingin siswa pelajari sehingga banyak hal positif yang bisa meeka terapkan salah satunya dengan tidak membully
jujur saja saya sangat kagum dengan NZ, dan kedepannya karena saya masih smp saya masih ingin meminta banyak pendapat dari siapapun! jadi saya ingin mengembangkan mengenai aksi no bully lagi dengan mengarahkan para pelajar diawali dari sekolah saya dan kemungkinan akan ke sekolah lainnya, karena bully banyak terjadi di kalangan SD-SMA.
mengingat pelajar Indonesia sudah banyak yang terkena bully saya berharap saya bisa membantu masalah ini dengan belajar dari NZ dan semoga banyak pihak yang mendukung.
STOP KEKERASAN.
zetizen National Challenge Go To New Zealand
presented by: Jawa Pos Group
Official Partner: New zealand trade and enterprise Jakarta
jadi disini aku mau ceritakan tentang hubungan aksi positif ku dengan apa yang bisa aku lakukan ke depannya.
so, awalnya aku adalah salah satu anak aktif di sekolah, pada tahun 2015 guruku menyuruh buat ikut Training of Trainer dari Pamflet Jakarta Pusat yang di adakan di Palu dan kegiatan itu bernama Suka Ria Remaja (Setara Untuk Kesehatan Ragam Informasi Remaja) ada banyak perawakilan sekolah mengikuti acara ini salah satunya sekolah saya yaitu SMPN Model Terpadu Madani Palu dan masing-masing sekolah mempunyai 4 perwakilan.
setelah 3 hari mengikuti pelatihan, akhirnya pamfet mengadakan lomba yaitu membuat event apapun itu dengan syarat mereka akan membantu bagi 3 proposal yang menang
dan WOW nya puji Tuhan proposal saya diterima dan saya membuat kegiatan ''NO BULLYING''
kegiatan saya ini saya laksanakan pada bulan Mei 2016
setelah trip ke NZ banyak inspirasi yang saya dapat mengenai pendidikan di sana, entah kenapa bisa tertarik dengan dunia pendidikan di sana, tapi alhasil pendidikan di NZ mampu membuat saya kagum luarbiasa!
selanjutnya saya ingin menerapkan makin banyak lagi menyebar aksi no bullying di kalangsan pelajar karena di NZ saya melihat para siswi jarang ada yang melalukan bullying bahkan saya tidak melihat sama sekali!
para siswanya sangat ramah, dan biasanya bullying dimulai dengan membicarakan orang lain lewat ''gosip'' seperti banyak pelajar Indonesia lakukan, tapi di NZ beda, mereka lebih banyak melakukan hal positif contohnya membaca buku saat waktu luang, disiplin, dan tidak membuang waktu mereka hanya untuk hal tidak penting, karena sekolah di NZ sangat kondusif dan memungkinkan siswanya untuk aktif dalam hampir di setiap ekskul yang jumlahnya hampir 100 ekskul WOW sangat luar biasa, guru mereka tidak menuntut mereka untuk menerima apa yang guru ingin ajarkan tapi lebih ke apa yang ingin siswa pelajari sehingga banyak hal positif yang bisa meeka terapkan salah satunya dengan tidak membully
jujur saja saya sangat kagum dengan NZ, dan kedepannya karena saya masih smp saya masih ingin meminta banyak pendapat dari siapapun! jadi saya ingin mengembangkan mengenai aksi no bully lagi dengan mengarahkan para pelajar diawali dari sekolah saya dan kemungkinan akan ke sekolah lainnya, karena bully banyak terjadi di kalangan SD-SMA.
mengingat pelajar Indonesia sudah banyak yang terkena bully saya berharap saya bisa membantu masalah ini dengan belajar dari NZ dan semoga banyak pihak yang mendukung.
STOP KEKERASAN.
zetizen National Challenge Go To New Zealand
presented by: Jawa Pos Group
Official Partner: New zealand trade and enterprise Jakarta
Langganan:
Postingan (Atom)